4 QUICK WINS

4 Program “Quick Wins” Kadin Indonesia

Kadin Indonesia merancang prototipe empat program hasil cepat (quick wins) untuk membantu pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG), Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), pembangunan rumah murah, dan pemberdayaan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Dalam pelaksanaan program quick win, Kadin bersinergi dengan pemerintah dan semua pihak terkait untuk mensukseskan keempat program ini.

4 Quick Wins Gotong Royong

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gotong Royong

Untuk program Makan Bergizi Gratis, pemerintah telah menetapkan 11.000 hingga 30.000 dapur yang disebut Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Untuk mendukungnya, Kadin Indonesia akan membangun SPPG dan memasok bahan bakunya. Untuk pelaksanaan program ini, Kadin telah menandatangani MoU dengan Badan Gizi Nasional (BGN), Badan Pangan Nasional (Bapanas), serta Kementerian Koperasi.

Kadin Indonesia berkolaborasi dengan BGN dalam membangun dan mengoperasikan pilot project dapur SPPG sesuai standar BGN–SPPG Gotong Royong.

Klinik Gotong Royong

Untuk program Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG), Kadin Indonesia menyiapkan cetak biru (blue print) kesiapan industri kesehatan, mulai dari tenaga kerja, puskesmas, hingga klinik di tanah air. Kadin Indonesia telah bersepakat dan menandatangani MoU dengan Kementerian Kesehatan untuk bekerja sama dalam penyediaan fasilitas PKG, mencakup tempat dan penyediaan fasilitas dasar, seperti ruang pemeriksaan dan pengambilan sampel darah.

Renovasi Rumah Tak Layak Huni (RTLH) Gotong Royong

Untuk pembangunan rumah murah layak huni per tahun, Kadin menyiapkan model rumah yang ideal, layak huni dengan harga yang terjangkau. Kadin Indonesia berkolaborasi dengan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) untuk membuat prototipe pemanfaatan lahan BUMN untuk pembangunan superblock perumahan dan kawasan permukiman di kawasan industri dan pelabuhan.

Pekerja Migran Gotong Royong

Untuk program pekerja migran, Kadin Indonesia mendukung pemerintah tidak hanya dalam memberikan perlindungan maksimal kepada para pekerja migran, tetapi juga berupaya agar para pekerja migran Indonesia naik kelas dengan cara membekali mereka dengan berbagai keahlian yang dibutuhkan di negara penempatan.