Road to JFSS 2026

Jakarta — Ketua Umum Kadin Indonesia bertemu Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Kementerian Keuangan untuk membahas penguatan daya saing industri furnitur dan elektronik nasional melalui kombinasi insentif, deregulasi, serta dukungan pembiayaan yang lebih kompetitif.

Dalam pertemuan tersebut, Kadin menilai kedua sektor memiliki potensi besar di pasar global, namun kontribusi Indonesia dinilai masih dapat ditingkatkan. Kadin juga menyoroti tekanan impor di pasar domestik yang dapat memperkecil ruang pertumbuhan industri dalam negeri.

Untuk industri furnitur, Kadin menyampaikan bahwa pasar global bernilai sangat besar, sementara porsi ekspor Indonesia relatif kecil. Karena itu, Kadin mendorong kebijakan yang memudahkan pelaku industri memperkuat kapasitas produksi, efisiensi, dan inovasi, termasuk akses pendanaan dengan bunga yang lebih kompetitif.

Kadin turut menekankan pentingnya diversifikasi pasar ekspor agar tidak terlalu bergantung pada satu negara tujuan. Selain itu, Kadin melihat peluang besar dari penguatan hilirisasi dan pemanfaatan keunggulan sumber daya, seperti rotan, untuk meningkatkan nilai tambah dan posisi tawar Indonesia dalam rantai pasok global.

Dari sisi industri elektronik, Kadin mendorong kebijakan yang mampu memperkuat ekosistem manufaktur, meningkatkan kandungan lokal, dan memperbaiki iklim usaha agar produk nasional lebih kompetitif di pasar regional maupun global.

Pertemuan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat sinergi pemerintah dan dunia usaha dalam merancang paket kebijakan yang tepat sasaran bagi sektor furnitur dan elektronik, sehingga mampu meningkatkan ekspor, menciptakan lapangan kerja, dan memperkuat ketahanan ekonomi nasional.