Jakarta — Kebijakan fiskal pada 2026 diproyeksikan akan bersifat ekspansif untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi, sementara sektor swasta diharapkan menjadi penggerak utama aktivitas investasi dan penciptaan lapangan kerja.
Dalam proyeksi tersebut, arah kebijakan difokuskan pada penguatan iklim investasi, percepatan belanja yang produktif, serta dukungan kebijakan yang meningkatkan efisiensi ekonomi dan daya saing.
Peran swasta dinilai semakin krusial karena mampu mendorong ekspansi produksi, inovasi, dan penguatan rantai pasok. Karena itu, kepastian regulasi dan kemudahan berusaha menjadi prasyarat penting agar investasi terus tumbuh.
Di sisi lain, kebijakan fiskal ekspansif juga diharapkan dapat memperkuat perlindungan sosial dan mendorong program-program prioritas, sehingga pertumbuhan ekonomi tetap inklusif dan berkelanjutan.
Ke depan, sinergi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci agar agenda fiskal 2026 mampu mendorong pertumbuhan yang lebih tinggi sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi nasional.