Jakarta — Sekretaris Jenderal International Economic Association, Lili Yan Ing, menilai Indonesia belum masuk peta utama industri semikonduktor dunia. Hal ini tercermin dari masih terbatasnya peran Indonesia dalam rantai nilai global, baik dari sisi desain, manufaktur, maupun ekosistem pendukung.
Menurut Lili, membangun industri semikonduktor membutuhkan strategi jangka panjang, konsistensi kebijakan, serta investasi besar pada pengembangan sumber daya manusia, riset, dan infrastruktur.
Ia menekankan pentingnya menentukan posisi Indonesia dalam rantai pasok global, misalnya melalui penguatan subsektor tertentu yang realistis, peningkatan kapasitas industri pendukung, serta kolaborasi dengan pemain global.
Selain itu, ketersediaan talenta dan ekosistem riset dinilai menjadi faktor krusial. Penguatan kurikulum, kemitraan kampus–industri, hingga program pelatihan spesifik semikonduktor diperlukan agar Indonesia mampu mengejar ketertinggalan.
Ke depan, Lili mendorong agar Indonesia memperkuat koordinasi lintas kementerian/lembaga serta melibatkan dunia usaha untuk merancang peta jalan industri semikonduktor yang terukur dan berkelanjutan.